EVENT TICKET

Monday, November 28, 2011

Kewajiban Bertaubat Kepada Allah Dan Tunduk Merendahkan Diri (Kepada-Nya) Pada Waktu Terkena Musibah

Kewajiban Bertaubat Kepada Allah Dan Tunduk Merendahkan Diri (Kepada-Nya) Pada Waktu Terkena Musibah


Dan kamu sungguh mengetahui wahai orang-orang muslim akan cobaan-cobaan dan musibah-musibah yang terjadi pada zaman kita. Diantaranya adalah orang-orang muslim dikuasai oleh orang-orang kafir seperti Afghanistan, Filiphina, Hindia, Palestina, Libanon, Ethiophia, dan selainnya.

Diantaranya lagi adalah gempa bumi di Yaman dan berbagai negara yang lain. Diantaranya lagi adalah kematian yang meluap, angin yang menghancurkan, serta menyapu bersih harta-harta, pohon-pohon, kapal-kapal dan sebagainya. Dan salju yang bahayanya tidak terhitung banyaknya diantaranya adalah kelaparan, paceklik, dan kemarau di berbagai negara.

Semua di atas dan bencana-bencana serta musibah-musibah yang semacamnya yang diujikan Allah pada hamba-Nya adalah dengan sebab kekafiran dan kedurhakaan serta menjauhi dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala mendatangi kemewahan dunia dan gairahnya yang bersifat pendek, berpaling dari akhirat dan tanpa menyiapkan diri untuk akhirat kecuali hamba-hamba-Nya yang disayangi-Nya.

Jelaslah bahwa musibah-musibah dan selainnya mengharuskan hamba untuk segera bertaubat kepada-Nya dari segala yang diharamkan Allah kepada mereka, segera patuh kepada-Nya, berhukum kepada Syari’at-Nya, tolong-menolong di dalam kebaikan dan taqwa, nasehat-menasehati dalam kebenaran dasn kesabaran.



Segeralah Bertaubat Kepada Allah !


Imam An Nawawi rahimahullah berkata,”Para ulama telah sepakat, bahwa bertaubat dari seluruh perbuatan maksiat adalah wajib; wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda, apakah itu dosa kecil atau dosa besar.” Kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia banyak sekali.

Setiap hari, manusia pernah berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, baik dosa kepada Khaliq (Allah Maha Pencipta) maupun dosa kepada makhlukNya.

Setiap anggota tubuh manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa. Mata sering melihat yang haram, lidah sering bicara yang tidak benar, berdusta, melaknat, sumpah palsu, menuduh, membicarakan aib sesama muslim (ghibah), mencela, mengejek, menghina, mengadu-domba, memfitnah, dan lain-lain.

Telinga sering mendengarkan lagu dan musik yang jelas bahwa hukumnya haram, tangan sering menyentuh perempuan yang bukan mahram, mengambil barang yang bukan miliknya (ghasab), mencuri, memukul, bahkan membunuh, atau melakukan kejahatan lainnya. Kaki pun sering melangkah ke tempat-tempat maksiat dan dosa-dosa lainnya.

 Dosa dan kesalahan akan berakibat keburukan dan kehinaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat, bila orang itu tidak segera bertaubat kepada Allah.

repentance Nashuha

repentance Nashuha


By repent, we can cleanse the heart from the stain has failed. For the sin of desecrating the liver, and clean it is an obligation.Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam said: Verily a believer whencommitting a sin, it will be (come) a single point of the black spotin his heart.

If he repent, to leave (the act) and begged forgiveness (to Allah),then his net again. But when increasing (sin), then the increasewas a black stain until it filled her heart.

So why ar raan (covering the heart) that has been mentioned God in his word "Certainly not (be), actually what they always try to shuttheir hearts. God also encourages us to immediately repent andberistighfar (beg pardon), because it so much better than solublein sin.

  Allah says, (meaning): And if they repent, it is better for them,and if they turn away, Allah will punish them with grievous punishment in this world and the Hereafter, and they never have aprotector and not (anyway) helper in the earth.