EVENT TICKET

Wednesday, December 7, 2011

Akhlak

Akhlak
1.KONSEP AKHLAK
Meskipun manusia bisa dipisahkan dari bidang ilmu atau pemikiran, bahkan juga bisa dipisahkan dari agama dan kepercayaan, tetapi tidak bisa dipisahkan dengan akhlak atau moral. Ini karena setiap perbuatan, praktek atau tindakan yang diambil tidak terlepas atau keluar dari lingkungan hukuman apakah terhadap dirinya atau orang lain atau benda lain yaitu apakah baik atau tidak segala tindakan tersebut. Jika baik jawabannya hal itu akan dilakukan tetapi jika buruknya itu akan ditinggalkan. Itulah akhlak yang baik. Tetapi jika sebaliknya yang dilakukan itulah akhlak yang buruk.
Dari sini ternyata posisi akhlak dalam kehidupan manusia sehingga di kalangan orang yang tidak bermoral mereka merasakan perlu adanya suatu akhlak yang diakui bersama oleh mereka agar dapat mengatur kehidupan yang lebih baik menurut pandangan mereka.
Islam mencakup aqidah, dan syariat mengandung roh akhlak.Islam tanpa akhlak seperti rangka yang tidak memiliki isi, atau jasad yang tidak bernyawa. Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Islam itu akhlak yang baik". Begitu juga sabda beliau yang artinya: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat timbangannya selain akhlak yang mulia."
2.PENGERTIAN AKHLAKMenurut bahasa: kata akhlak berasal dari kata (al-khulq) berarti kebiasaan, perilaku, perangai, tingkah laku, adat kebiasaan, bahkan ia juga bereti agama itu sendiri. Kata (al-khulq) ini di dalam Al-Quran hanya ada di dua tempat saja, antaranya adalah:Dan bahwa sesungguhnya engkau (Muhammad) memiliki akhlak yang agung. (Al-Qalam: 4)
Menurut istilah:Antara definisi akhlak menurut istilah adalah: sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemikiran, penelitian dan paksaan.
Ibn Miskawaih, filsuf Islam yang terkenal menentukan:
Akhlak itu sebagai kondisi jiwa yang mendorong ke arah melahirkan perbuatan tanpa pemikiran dan penelitian.
Imam Ghazali radiallahu anhu mengatakan:Akhlak adalah suatu kondisi yang tertanam di dalam jiwa yang menampilkan perbuatan-perbuatan dengan senang tanpa memerlukan pemikiran dan penelitian. Bila perbuatan yang keluar itu baik dan terpuji menurut syara dan akal, perbuatan itu dinamakan akhlak yang mulia. Sebaliknya ketika keluar perbuatan yang buruk, ia dinamakan akhlak yang buruk.
Menurut Islam:Islam memiliki dua sumber yaitu Al-Quran dan As-Sunnah yang menjadi pegangan dalam menentukan segala urusan dunia dan akhirat. Kedua sumber itu juga yang menjadi sumber akhlak Islamiyyah. Prinsip-prinsip dan metode ilmu akhlak Islam semuanya didasarkan kepada wahyu yang bersifat mutlak dan tepat neraca timbangannya.
  
Bila melihat pembahasan bidang akhlak Islamiyyah sebagai satu ilmu berdasarkan pada dua sumber yang mutlak ini, dapatlah dirumuskan definisinya seperti berikut:
  
Satu ilmu yang membahas tatanilai, hukum-hukum dan prinsip-prinsip tertentu untuk mengidentifikasi sifat-sifat keutamaan untuk dihayati dan diamalkan dan mengidentifikasi sifat-sifat tercela untuk dijauhi untuk mencapai keridhaan Allah.
  
Sedangkan akhlak pula dapatlah kita rumuskan sebagai satu sifat atau sikap kepribadian yang melahirkan tingkah laku perbuatan manusia dalam usaha membentuk kehidupan yang sempurna berdasarkan kepada prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Allah.
  
Dengan kata lain, akhlak adalah suatu system yang menilai perbuatan zahir dan batin manusia baik secara individu, kelompok dan masyarakat dalam interaksi hidup antara manusia dengan baik secara individu, kelompok dan masyarakat dalam interaksi hidup antara manusia dengan Allah, manusia sesama manusia, manusia dengan hewan , dengan malaikat, dengan jin dan juga dengan lingkungan.
 
3. Perbedaan Antara AKHLAK DAN MORAL @ ETIKAi) Akhlak merupakan satu sistem yang menilai tindakan lahir dan batin manusia sedangkan moral adalah satu sistem yang menilai tindakan lahir manusia saja.
ii) Akhlak mencakup pemikiran, perasaan dan niat di hati manusia dalam hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia dan manusia dengan makhluk lain sedangkan moral mencakup pemikiran, perasaan dan niat di hati manusia dalam hubungan manusia dengan manusia saja.iii) Nilai-nilai akhlak ditentukan oleh Allah melalui al-Quran dan tunjuk ajar oleh Rasulullah sedangkan moral ditentukan oleh manusia.
iv) Nilai-nilai akhlak bersifat mutlak, sempurna dan tetap sedangkan nilai-nilai moral bersifat relatif, subjektif dan sementara.
 
ANTARA CONTOH perbedaan ANTARA AKHLAK DAN MORAL1. Pakaian: Menurut Islam pakaian untuk seseorang muslim harus menutup aurat. Seandainya mereka tidak menutup aurat maka ia telah dianggap sebagai orang yang tidak berakhlak karena telah melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Berbeda dengan moral, jika seseorang itu mengungkapkan aurat tetapi masih memiliki perilaku yang baik, maka mereka masih dianggap bermoral oleh beberapa pihak.
2. Pergaulan bebas antara pria dan perempuan: Fenomena seperti ini sudah menjadi suatu lumrah bai masyarakat di Barat dan masyarakat kita. Berdasarkan penilaian Barat hal ini masih dianggap bermoral, sebaliknya jika dilihat dari sudut akhlak Islam, perlakuan demikian sudah dianggap tidak berakhlak.
3. Bersalaman: Bersalaman di antara pria dan perempuan yang bukan mahramnya adalah haram menurut Islam meskipun tujuannya untuk merapatkan hubungan. Tetapi hal ini dibolehkan dalam sistem moral.
 
4. Cakupan AKHLAK ISLAMCakupan akhlak Islam adalah luas mencakup segenap hal yang terkait dengan kehidupan manusia baik hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan makhluk lain.
a) Akhlak dengan Allah: Antara fitur-fitur penting akhlak manusia dengan Allah adalah:
-Beriman kepada Allah: yaitu mengakui, mempercayai dan meyakini bahwa Allah itu ada dan beriman dengan rukun-rukunnya dan melaksanakan tuntutan di samping meninggalkan sifat atau bentuk syirik terhadapnya.-Beribadah atau mengabdi, tunduk, taat dan patuh kepada Allah: yaitu melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangannya dengan ikhlas semata-mata karena Allah.
-Selalu bertobat dengan tuhannya: yaitu saat seseorang mukmin itu lupa atau jatuh ke kelalaian dan kesalahan yang tidak seharusnya terjadi lalu ia segera sadar dan insaf lalu meminta taubat pada kecuaiannya.
-Mencari keridhaan Tuhannya: yaitu menginginkan Allah dalam segala usaha dan amalannya. Segala gerak geri hidupnya hanyalah untuk mencapai keridhaan Allah dan bukan mengharapkan keridhaan manusia meskipun kadang terpaksa membuat sesuatu kerja yang menyebabkan kemarahan manusia.
-Melaksanakan hal-hal yang wajib, fardhu dan nawafil.-Redha menerima Qadha 'dan Qadar Allah: Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Bila kesenangan dia bersyukur dan ketika dia ditimpa kesusahan dia bersabar maka jadilah baik baginya."
b) Akhlak dengan manusia:-Akhlak dengan Rasulullah: yaitu beriman dengan penuh keyakinan bahwa nabi Muhammad saw adalah benar-benar nabi dan Rasul Allah yang menyampaikan risalah kepada seluruh manusia dan mengamalkan sunnah yang baik yang berbentuk perintah atau larangan.
-Akhlak dengan orangtua: yaitu berbuat baik (berbakti) ke pada orang tua. Berbuat baik di sini mengandung arti meliputi dari segi perbuatan, kata dan tingkah laku. Misalnya berkata dengan sopan dan hormat, merendahkan diri, berdoa untuk keduanya dan menjaga kebutuhan hidupnya ketika mereka telah uzur dan sebagainya. Firman Allah yang artinya: "Kami perintahkan manusia berbuat baik kepada kedua orang tua."
-Akhlak dengan guru: Maksud dari sebuah hadits Nabi saw: "Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya." Setiap murid diharuskan memuliakan dan menghormati gurunya karena peranan guru mengajarkan sesuatu ilmu yang merupakan hal penting di mana dengan ilmu tersebut manusia dapat menduduki tempat yang mulia dan terhormat dan dapat mengatasi berbagai kesulitan hidup baik kehidupan di dunia atau di akhirat.
-Akhlak kepada tetangga: Umat Islam dituntut agar berbuat baik terhadap tetangga. Misalnya tidak menyusahkan atau mengganggu mereka seperti membunyikan radio keras-keras, tidak membuang sampah di muka rumah tetangga, tidak menyakiti hati mereka dengan kata-kata kasar atau tidak sopan dan sebagainya. Malah berbuat baik terhadap tetangga dalam pengertiannya itu dapat memberikan sesuatu pemberian kepada mereka apakah dukungan moral atau material.
-Akhlak suami istri: Firman Allah yang artinya: "Dan gaulilah olehmu istri-istri itu dengan baik."
-Akhlak dengan anak-anak: Islam menetapkan peraturan terhadap anak-anak. Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Anak lelaki disembelih aqiqahnya pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama dengan baik-baik dan dihindarkan ia dari hal-hal yang memudharatkan. Bila berusia enam tahun harus diberi pengajaran dan pendidikan akhlak yang baik."
-Akhlak dengan kaum kerabat: Firman Allah yang artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat."c) Akhlak terhadap makhluk selain manusia:
-Malaikat: Akhlak Islam menuntut seseorang muslim agar menghormati para malaikat dengan menutup kemaluan meskipun sendirian dan tidak ada orang lain yang melihat.-Jin: Adab terhadap kaum jin antaranya Rasulullah melarang membuang hadats kecil di dalam lubang-lubang di bumi karena ia adalah rumah jin. Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Jangan kamu beristinjak dengan tahi kering dan jangan pula dengan tulang-tulang karena sesungguhnya tulang-tulang itu adalah makanan saudara kamu dari kalangan jin."
-Aiwan ternak: Hewan yang digunakan untuk membuat kerja, maka tidak bisa mereka dibebani di luar kesanggupan mereka atau dianiaya atau disakiti. Bahkan ketika hendak menyembelih untuk dimakan sekalipun, maka harus penyembelihan dilakukan dengan cara yang paling baik yaitu dengan menggunakan pisau yang tajam, tidak mengasah pisau di depan hewan tersebut atau menyembelih hewan di samping hewan-hewan yang lain.
-Hewan bukan ternak: tidak menganiaya hewan-hewan bukan ternak seperti menyebabkan luka dengan menggunakan batu dan sebagainya.
-Alam: Manusia diperintahkan untuk memakmurkan sumber-sumber alam demi kebaikan bersama. Islam mengatur bahwa alam ini tidak bisa dicemari dengan kotoran yang dapat merusak kehidupan manusia dan kehidupan lainnya.
 
5.SUMBER AKHLAK ISLAMDalam Islam akhlak adalah bersumber dari dua sumber yang utama yaitu al-Quran dan al-Sunnah. Ini ditegaskan leh Rasulullah saw dalam sepotong hadits yang artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya semata-mata untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
Allah telah memuji Rasulullah karena akhlaknya yang baik seperti yang ada dalam al-Quran, firman Allah yang artinya: "Sesungguhnya engkau seorang memiliki pribadi yang agung (mulia)."
 
6.KEDUDUKAN AKHLAK DALAM ISLAMAkhlak memiliki posisi yang paling penting dalam agama Islam.Antaranya:
-Akhlak dihubungkan dengan tujuan risalah Islam atau antara perutusan utama Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." Pernyataan Rasulullah itu menunjukkan pentingnya posisi akhlak dalam Islam.-Akhlak menentukan posisi seseorang di akhirat nanti yang mana akhlak yang baik dapat memberatkan timbangan amal yang baik. Begitulah juga sebaliknya. Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam daun timbangan melainkan akhlak yang baik."
-Akhlak dapat menyempurnakan keimanan seseorang mukmin.Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya."
-Akhlak yang baik dapat menghapus dosa sedangkan akhlak yang buruk dapat merusak pahala. Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Akhlak yang baik terbuat dosa seperti air mencairkan es (salju) dan akhlak merusak praktek seperti cuka merusak madu."
-Akhlak merupakan sifat Rasulullah saw di mana Allah telah memuji Rasulullah karena akhlaknya yang baik seperti yang ada dalam al-Quran, firman Allah yang artinya: "Sesungguhnya engkau seorang yang memiliki pribadi yang agung) mulia)."Pujian allah swt terhadap RasulNya dengan akhlak yang mulia menunjukkan betapa besar dan pentingnya posisi akhlak dalam Islam. Banak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits Rasulullah saw yang menunjukkan ketinggian posisi akhlak dan mendorong kita agar berusaha menghiasi jiwa kita dengan akhlak yang mulia.

-Akhlak tidak dapat dipisahkan dari Islam, sebagaimana dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa seorang pria bertanya kepada Rasulullah saw: "Wahai Rasulullah, apakah itu agama?"Rasulullah menjawab: "Akhlak yang baik."
-Akhlak yang baik dapat menghindarkan seseorang dari neraka sebaliknya akhlak yang buruk menyebabkan seseorang itu jauh dari surga. Sebuah hadits menjelaskan bahwa, "Si fulan pada siang harinya berpuasa dan di malamnya sholat sedangkan akhlaknya buruk, mengganggu tetangganya dengan perkataannya. Beliau bersabda: tidak ada kebaikan dalam ibadahnya, dia adalah penghuni neraka."
-Salah satu rukun agama Islam adalah Ihsan, yaitu merupakan dasar akhlak seorang muslim. Ihsan yaitu menyembah allah seolah kita melihatNya karena walauun kita tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihat kita.
 
7.KEPENTINGAN AKHLAK DALAM KEHIDUPAN MANUSIAAkhlak merupakan garis pemisah antara yang berakhlak dengan orang yang tidak berakhlak. Akhlak juga merupakan roh Islam yang mana agama tanpa akhlak sama seperti jasad yang tidak bernyawa. Oleh itu salah satu misi yang dibawa oleh Rasulullah saw adalah membangun kembali akhlak manusia yang telah runtuh sejak zaman para nabi yang terdahulu akibat penyembahan berhala oleh pengikutnya yang telah menyimpang.
Hal ini juga terjadi pada zaman jahiliyyah yang mana akhlak manusia telah runtuh bersumber dari mewarisi perangai umat yang terdahulu dengan tradisi arak, membuang anak, membunuh, berbuat lalim sesuka hati, menindas, suka memulau kaum yang rendah martabatnya dan sebagainya. Dengan itu mereka sebenarnya tidak berakhlak dan tidak ada bedanya dengan manusia yang tidak beragama.Akhlak juga merupakan nilai yang menjamin keamanan dari api neraka. Islam menganggap mereka yang tidak berakhlak tempatnya dia dalam neraka. Misalnya seseorang melakukan maksiat, mendurhakai orang tua, menyesal dan sebagainya, sudah pasti Allah akan menolak mereka dari menjadi anggota surga.
Selain itu, akhlak juga merupakan fitur-fitur kelebihan di antara manusia karena lambang kesempurnaan iman, ketinggian taqwa dan kealiman seseorang manusia yang berakal. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda: "Orang yang sempurna imannya adalah mereka yang paling baik akhlaknya."
Kekalnya sesuatu ummah juga karena kukuhnya akhlak dan begitulah juga runtuhnya sesuatu ummah itu karena lemahnya akhlaknya. Hakikat kenyataan pada dijelaskan dalam kisah-kisah sejarah dan peradaban manusia melalui al-Quran seperti kisah kaum Luth, Samud, kaum nabi Ibrahim, Bani Israel dan lain-lain.Ummah yang berakhlak tinggi dan selalu berada di bawah keridhaan dan perlindungan Allah adalah umat yang seperti di Madinah pada zaman Rasulullah saw.
Ketiadaan akhlak yang baik pada diri individu atau masyarakat akan menyebabkan terjadi berbagai krisis internal dan eksternal seperti krisis nilai diri, keruntuhan rumah tangga, masyarakat belia yang mundur dan bisa membawa kepada kehancuran negara. Presiden Perancis ketika memerintah Perancis dulu pernah berkata: "Kekalahan Prancis di tangan tentara Jerman karena tentaranya runtuh moral dan akhlak."
Pencerminan diri seseorang sering digambarkan melalui tingkah laku atau akhlak yang ditampilkan. Bahkan akhlak merupakan perhiasan diri untuk seseorang sebagaimana aqidah merupakan tunjang agama, syariat merupakan cabang dan rantingnya sedangkan akhlak adalah yang mewarnai seperti bunga-bungaan yang menyerikan hiasan pohon tersebut.Akhlak tidak dapat dibeli atau dinilai dengan uang ini ada di dalam diri seseorang hasil dari didikan kedua orang tua atau pengasuhnya serta pengaruh dari masyarakat sekitarnya. Jika sejak kecil kita diungkapkan dengan akhlak yang mulia, maka secara tidak langsung ia akan mempengaruhi tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari sampai seterusnya.
Proses pembentukan sebuah masyarakat adalah sama seperti membangun sebuah bangunan. Kalau dalam bangunan, dasarnya disiapkan terlebih dahulu, begitu juga dengan membentuk masyarakat harus dimulai dengan pembangunan dasarnya terlebih dahulu. Jika kokoh dasar yang dibangun maka tegaklah masyarakat itu. Jika lemah maka robohlah apa-apa saja yang dibangun di atasnya.
Akhlak sangat penting karena merupakan dasar yang dilakukan oleh Rasulullah saw ketika memulai pembentukan masyarakat Islam. Sheikh Mohamad Abu Zahrah dalam kitabnya Tanzim al-Islam Li al-Mujtama 'menyatakan bahwa budi pekerti atau moral yang mulia adalah satu-satunya dasar yang paling kuat untuk melahirkan manusia yang berhati bersih, ikhlas dalam hidup, amanah dalam tugas, cinta kepada kebaikan dan benci kepada kejahatan.
 
8.CIRI-CIRI AKHLAK ISLAM-Islam menyerukan agar manusia menghiasi jiwa dengan akhlak yang baik dan menjauhkan diri dari akhlak yang buruk. Yang menjadi ukuran baik dan burukna adalah syariah, yaitu apa yang diperintahkan oleh syariat, itulah yang baik dan apa yang dilarang oleh syariat itulah yang buruk.
-Lingkungan lingkup akhlak Islam adalah luas meliputi segala perbuatan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia dan manusia dengan makhluk selain manusia. -Islam menghubungkan akhlak dengan keimanan. Orang yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.
-Adanya konsep balasan dan ganjaran pahala atau surga oleh Allah dan sebaliknya orang yang berakhlak buruk akan mendapatkan dosa atau disiksa dalam neraka.
 
9. PEMBENTUKAN AKHLAK MULIA
Akhlak adalah sesuatu perilaku yang dapat diubah dan dibentuk, misalnya Umar al-Khattab, sebagaimana kondisi ia saat berada di zaman jahiliyah dibandingkan keadaannya sesudah memeluk agama Islam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa akhlak merupakan sesuatu yang alami ternyata harus dibentuk. Ada beberapa cara untuk membentuk dan membangun akhlak mulia.Antara cara-cara itu adalah melalui:
a) Pendidikan Iman sebagai dasar Akhlak
Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencorak manusia menjadi seseorang yang beriman. Iman adalah dasar kepada akhlak Islam. Tidak akan sempurna iman seseorang jika tidak disertai oleh akhlak yang baik. Misalnya dengan melaksanakan segala perintah Allah yang berupa ibadah karena semua perintah Allah tersebut bertujuan untuk membersihkan diri dan menyuburkan jiwa manusia dengan sifat-sifat terpuji.
Karena itu setiap ayat al-Quran menyeru manusia berbuat baik dan mencegah manusia dari melakukan perbuatan mungkar.Biasanya didahului dengan panggilan "Wahai orang-orang yang beriman" kemudian barulah diikuti dengan perintah atau larangan. Iman yang teguh tetap membutuhkan akhlak yang teguh. Jika terjadi kemerosotan akhlak di kalangan manusia, penyebabnya adalah kelemahan iman dan tunduk pada kefasikan atau kejahatan yang dilakukan oleh seseorang.Pendidikan iman bisa disimpulkan sebagai suatu pemulihan energi keimanan seseorang agar dapat mempertahankan diri manusia dari segala kerendahan dan keburukan serta dapat mendorong manusia ke arah kemuliaan.
 
b) Melalui Pelatihan dan Bimbingan Pendidik BerkualitasPendidikan yang diberikan itu harus dimulai dari rumah yang ditangani oleh orang tua. Setelah itu barulah pindah ke tingkat sekolah sampai ke perguruan tinggi untuk pendidikan berbentuk formal. Orang tua seharusnya memiliki kepribadian dan akhlak yang mantap sebagai pendidik dan pembinbing seperti lemah lembut dalam suara, pergaulan, sabar, lapang dada, istiqamah, berwawasan dan sejenisnya.
c) Mengambil Rasulullah Sebagai ContohRasulullah adalah contoh teladan dan ikutan yang paling tepat untuk semua tingkat kehidupan. Sesuai dengan itu, Allah telah berfirman bahwa Nabi Muhammad saw diutus kepada manusia untuk menyempurnakan akhlak di kalangan mereka. Firman Allah: "Sesungguhnya bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik untuk orang-orang yang menginginkan keridhaan Allah dan balasan baik di akhirat serta selalu menyebut dan memperingati Allah dalam waktu senang dan susah." Contoh-contoh akhlak Rasulullah saw:
1. Akhlak Rasulullah saw dengan Allah-Mengabdikan diri setiap detik dan waktu kepada Allah dengan penuh kepatuhan, ketaatan, kecintaan dan kesyukuran yang tidak terbagi terhadap Allah di samping ridha dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah kepadanya.
-Melaksanakan kewajiban yang wajib atau difardhukan dan praktek sunat seperti bangun malam mengadakan Qiyamullail, berpuasa sunat, dzikir, istighfar, doa, tasbih, tahmid dan sebagainya.2. Akhlak Rasulullah saw dengan sesama manusia-Akhlak Rasulullah mencakup aspek kekeluargaan, soaial, ekonomi, politik dan sebagainya. Dari aspek kekeluargaan, Rasulullah saw berhasil menciptakan suasana yang harmonis dan rasul bersabda: "Rumahku adalah surgaku."-Rasulullah saw adalah seorang yang bertanggung jawab, selalu memberi kasih sayang, berlemah lembut dan berkompromi terhadap semua anggota keluarganya.
-Rasulullah saw juga selalu berdiskusi dengan para sahabat dan menghargai pandangan yang diberikan oleh mereka. -Begitu juga akhlak dan sikap Rasulullah saw terhadap orang bukan Islam yaitu menghormati mereka, bersopan santun dan memberi haknya kepada mereka terutama dari segi lingkungan. Misalnya kisah beliau dengan seorang wanita Yahudi (tetangganya) yang akhirnya wanita Yahudi tersebut masuk Islam pada keprihatinan, kesabaran dan kemuliaan akhlak yang ditonjolkan oleh Rasulullah saw.
                        
-3. Akhlak Rasulullah saw dengan makhluk lain.-Rasulullah saw begitu peka dan peduli terhadap makhluk yang lain seperti hewan, tumbuha-tumbuhan dan lingkungan.-Rasulullah saw menasehati umatnya agar terjadi ihsan kepada hewan dan binatang ternak serta tidak menzalimi atau menyiksa mereka. Demikian juga tumbuh-tumbuhan dan lingkungan.
10.FAKTOR-FAKTOR KERUNTUHAN AKHLAK
 
a) LingkunganFaktor lingkungan banyak mempengaruhi pembentukan pribadi seseorang. Antaranya adalah:
-Orang yang hidup dalam keluarga yang tidak menerapkan cara hidup yang berakhlak, maka jiwanya akan terdidik dengan tingkah laku, tutur kata dan gaya hidup yang tidak baik.
-Kehadiran teknologi canggih dalam media massa baik cetak atau elektronik juga sedikit banyak mempengaruhi dalam pembentukan akhlak seseorang yaitu melalui adegan-adegan kekerasan dan bersifat seks yang bisa merusak jiwa mereka.
-Pengaruh teman sebaya dan masyarakat sekitar juga merupakan faktor yang membentuk kepribadian dan akhlak seperti tingkah laku, tutur kata dan cara bertindak.
-Permasalahan keluarga yang melibatkan orangtua misalnya pergaduhan dan perceraian bisa membawa kepada permasalahan sosial seperti lari dari rumah, bergabung rekan sebaya maupun kelompok yang rusak akhlaknya sehingga membawa kepada pergaulan bebas, perzinahan, konsumsi narkoba, pelacuran (bohsia) dan sejenisnya.
-Budaya masyarakat yang cenderung ke arah liberalisme juga membawa masyarakat kini mudah terjeba dengan budaya rock, rap, lepak dan sejenisnya.
b) NafsuNafsu adalah anugerah Allah kepada manusia dan nafsu juga adalah musuh sebati dengan diri manusia yang melaksanakan hasrat nafsu manusia. Manusia yang terlalu menuruti nafsunya akan terdorong untuk melakukan keburukan. Seandainya nafsu tidak dapat dikontrol, sudah asti bisa menghilangkan harga diri, agama dan nilai budaya sebuah masyarakat dan membawa kepada kemungkaran sebagaimana terjadi dalam masyarakat sekarang.
 
c) setanSatu lagi musuh gaib yang selalu mendampingi manusia dengan memperalat nafsu manusia yaitu setan. Fungsi setan adalah sebagai agen perusak akhlak manusia terjadi sejak Nabi Adam as dan berkelanjutan sampai ke hari kiamat.Kesimpulannya setiap manusia yang hidup harus mengalami cobaan hidup dalam usaha melatih diri menjadi manusia yang berakhlak dan siap menghadapi segala rintangan.
 
Cara-cara mengatasi dan memperbaiki akhlak:-Memperkuat nilai-nilai aqidah dan keimanan dalam jiwa.-Mengontrol pancaindera dari melihat atau mendengarkan hal-hal yang membangkitkan atau menguatkan syahwat dan hawa nafsu yang menjadi penyebab segala sifat buruk dan keji.
-Mempelajari uraian atau penjelasan al-Quran dan Hadits serta penafsirannya oleh para ulama tentang akhlak terpuji untuk membersihkan jiwa.
-Melatih diri membiasakan perbuatan-perbuatan baik seperti ibadah berupa shalat, puasa dan lain-lain dan menjauhkan diri dari segala perbuatan buruk dan keji.
-Berkawan dan bertetangga dengan orang-orang yang berakhlak mulia karena teman atau tetangga mempengaruhi atau pengaruh dalam pembangunan akhlak seseorang.
-Mempelajari kehidupan para nabi, sahabat, ulama atau auliya dan menjadikan kehidupan mereka sebagai contoh teladan dalam kehidupan kita.
-Dalam segala tindak tanduk kita harus selalu mengikuti dan menggunakan akal pikiran dan janganlah menurut perut dan hawa nafsu kita.
-Selalu berdoa memohon bantuan Allah agar dilengkapi diri dengan akhlak yang mulia dan mendapatkan perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan.Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment

Post a Comment